Berita

2 Kg Sabu Disita dari TKI Ilegal di Tanjungbalai

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Dua Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tanpa memiliki dokumen resmi (ilegal) tertangkap tangan membawa dua kilogram sabu-sabu di kawasan Kota Tanjungbalai.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan pihaknya telah mengamankan 2 TKI ilegal yang membawa narkotika jenis sabu, Jumat (7/2) sekitar pukul 15.00 WIB.

Muhammad Zul Falinsyah (30), warga Dusun Lampoh Oe Desa Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam dan Musassirin (21), warga Dusun Tanjung, Desa Bandrong, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam.

Kedua tersangka diduga TKI asal Negeri Jiran Malaysia diamankan di Jalan Arteri Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai.

Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti 1 bungkus besar plastik transparan diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat kotor 1050 gram, 1 bungkus plastik transparan diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat kotor 280 gram, 1 bungkus plastik transparan diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat kotor 250 gram, 1 bungkus plastik transparan diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat kotor 270 gram, 1 bungkus plastik transparan diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat kotor 250 gram, 1 unit handphone merk Samsung putih, 1 unit handphone merk Samsung Kuning, 1 buah buku paspor atas nama Muhammad Zul Fadlisyah, 1 buah tas ransel merk Polo warna Hitam dan 1 buah tas ransel merk Xiuxianbeibad warna Abu-Abu.

Kronologis kejadian, atas informasi yang layak dipercaya mengatakan bahwa adanya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang kembali dari Negara Malaysia diduga membawa narkotika jenis sabu. Atas informasi tersebut Kasat Intelkam dan unit opsnal sat Intelkam melakukan penyelidikan.

Setelah hasil lidik A1, maka selanjutnya petugas berangkat ke tempat kejadian perkara. Sesampainya di TKP, tepatnya di SPBU No. 14-213264 Jalan Arteri Kelurahan Sirantau Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjung Balai, petugas melihat ada 20 laki-laki dan perempuan sesuai dengan ciri-ciri yang diinformasikan.

Kemudian petugas mengamankan dan membawa 20 orang TKI tersebut ke mako Polres Tanjungbalai.

Sesampainya di Mako Polres Tanjung Balai, selanjutnya dilakukan penggeledahan badan dan barang-barang bawaan ke 20 TKI tersebut. Setelah dilakukan penggeledahan ditemukan dari dalam tas ransel milik tersangka Musassirin barang bukti berupa 1 bungkus besar plastik transparan diduga berisi narkotika jenis sabu dan dari dalam tas ransel milik dari tersangka Muhammad Zul Fadlisyah alias Fadli ditemukan 4 bungkus plastik transparan diduga berisi narkotika jenis sabu.

Kemudian petugas menginterogasi kedua tersangka dan kedua tersangka menerangkan bahwa narkotika jenis sabu tersebut adalah benar miliknya. Saat ini Sat Res Narkoba dan Sat Intel Polres Tanjung Balai masih mengembangkan kasus ini untuk mencari keterlibatan pihak lain.

18 TKI Ilegal Diamankan ke Kantor Imigrasi

Sat Intelkam Polres Tanjung Balai menyerahkan 20 TKI tanpa memiliki dokumen resmi (illegal) dan kemudian diserahkan ke Kantor Imigrasi Tanjungbalai Asahan, Jumat (7/2) sekira pukul 15.00 Wib.

Tersangka diapit petugas Satres Narkoba polres Tanjungbalai. (Muhammad Gani)

Dari 20 orang yang diamankan, telah ditemukan 2 orang diduga membawa sabu seberat 2000 gram. Keduanya, Muhammad Zul Fadlisyah Alias Zul (30) dan Musassirin (21).

Terhadap 18 TKI dilimpahkan ke Satuan Reserse Kriminal pada waktu yang bersamaan untuk menjalani proses identifikasi. Setelah menjalani proses identifikasi secara menyeluruh dan memperhatikan ketentuan dari undang Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Imigrasi, maka selanjutnya ke-18 orang tersebut diserahkan oleh Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Tanjung Balai ke PPNS pada Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Asahan, Sabtu (8/2) sekira pukul 14.30 WIB.

Untuk mencari pemilik/nakhoda kapal nelayan yang mengangkut TKI tersebut dari Malaysia ke Indonesia, Penyidik Sat Reskrim Polres Tanjung Balai akan bekerja sama dengan PPNS pada Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Asahan. (ck04/rah)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button