Berita

2 Hari Lagi akan Menikah, Kekasih Gantung Diri

FaseBerita.ID – Muhammad Alfarizi (20) warga Jalan Seram Bawah, Gang Selamat, Kelurahan  Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar ditemukan gantung diri, Rabu (5/8).

Ia ditemukan gantung diri oleh adiknya, Putri Anggraini, di tiang dekat kamar mandi rumahnya.

Informasi dihimpun, sebelumnya, sekira jam 06.30 wib, pacar korban bernama Desi (20), warga Jalan Kelapa Kuning, Kelurahan Bantan, datang menjumpai korban ke rumahnya.

Desi datang karena teleponnya tidak diangkat-angkat oleh korban. Setibanya di rumah korban, Desi menanyakan keberadaan pacarnya tersebut kepada Anggraini.

Anggraini pun segera pergi melihat korban ke kamar, namun tidak ada. Saat mencari ke dapur, Anggraini melihat korban sudah tergantung di tiang dekat kamar mandi.

Melihat itu, Anggraini spontan menjerit. Mendengar jeritan tersebut, Desi langsung bergegas menuju ke dapur. Desi pun ikut menjerit, sehingga ayah korban terbangun dari tidurnya.

Dari dalam kamar tidurnya, Karmidi, ayah korban langsung menghampiri Desi dan Anggraini ke dapur. Karmidi melihat anaknya telah tergantung.

Karena dianggap masih bisa ditolong, mereka berinisiatif untuk menurunkan korban dari gantungan setelah terlebih dahulu memotong tali yang menjerat di leher korban. Namun korban sudah meninggal dunia.

Selanjutnya, para tetangga yang mendengar ada teriakan dan tangisan dari dalam rumah korban, tanpa dikomando langsung berdatangan karena ingin mengetahui apa yang terjadi.

Peristiwa ini dibenarkan Kapolsek Siantar Barat Iptu Esron Siahaan. Adapun barang bukti yang ditemukan di lokasi yakni satu buah ember bekas tempat cat yang dijadikan sebagai pijakan korban sebelum gantung diri, satu utas tali nilon yang digunakan korban gantung diri.

“Tidak dilakukan visum atau otopsi. Itu keputusan orangtua dan keluarga almarhum. Mereka sudah membuat surat pernyataan tidak bersedia melakukan otopsi,” ujarnya.

Mau Nikah

Iptu Esron Siahaan menyebutkan, korban rencananya akan menikah dengan pacarnya, besok, Jumat (7/8/20).

“Rencananya korban bersama pacarnya akan melangsungkan pernikahan pada hari Jumat (7/8/20) ini. Itu informasi yang kita peroleh dari warga,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai motif korban, Kapolsek menduga putus asa. “Mungkin korban putus asa karena bantuan untuk biaya pernikahan dari ibu kandungnya yang tinggal di Nias tak kunjung datang,” ungkapnya.

Dijelaskan Kapolsek, ayah korban sudah membuat surat pernyataan bahwa korban tidak divisum maupun diautopsi. “Surat pernyataan orang tuanya diketahui oleh Lurah Bantan,” ujarnya. (ros/mtr/int)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button