Berita

2 Desa di Madina Dihantam Banjir: Tiga Jembatan Putus, 15 Keluarga Mengungsi

FaseBerita.ID – Dua Desa di Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dihantam banjir. Akibatnya 3 jembatan putus, puluhan rumah warga terendam dan 15 keluarga mengungsi.

Dua desa tersebut yaitu Desa Taluk dan Desa Sasaran. Banjir besar ini terjadi disebabkan hujan deras yang melanda wilayah itu mulai Rabu sore (22/7) hingga Kamis (23/7). Banjir yang melanda 2 desa itu terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 3.00 WIB.

Camat Natal, Riflan Nasution mengatakan banjir tersebut mengakibatkan 3 unit jembatan putus, yaitu jembatan yang berada di jalan nasional penghubung Natal- Muara Batang Gadis, dan jalan penghubung Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan.

Selain itu, luapan sungai Aru Taba itu juga membuat puluhan rumah di Desa Taluk dan Desa Sasaran Kecamatan Natal terendam. “Ada 85 rumah warga terendam. 60 rumah di Desa Taluk dan 25 rumah di Desa Sasaran,” ujarnya.
Camat menyebut, peristiwa banjir itu juga membuat 15 keluarga mengungsi dan sudah ditampung di rumah salah Kepala Desa setempat.

“Saat ini kita dibantu beberapa perusahaan sedang melakukan penanggulangan. Kita utamakan dulu perbaikan jalan dan jembatan juga membantu masyarakat yang terendam banjir,” kata Camat.

Sementara Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution menurunkan bantuan alat berat guna memulihkan situasi paska banjir di 2 Desa di Kecamatan Natal.

“Bantuan sudah diturunkan ke lokasi, sekarang tim kita sedang bekerja disana. Kita harap hari ini bisa dipulihkan supaya jembatan dan jalan yang putus itu segera dapat normal kembali,” kata Bupati.

Terpisah Kepala BPBD Kabupaten Madina M Yasir Nasution mengatakan akibat banjir di Kecamatan Natal menyebabkan puluhan rumah warga terendam dan terpaksa harus diungsikan.

Yasir mengimbau masyarakat terutama yang berada dekat dengan aliran sungai agar lebih waspada dan hati-hati mengingat curah hujan yang cukup tinggi.

“Kemarin peristiwa banjir di Desa Aek Ngali menyebabkan jalan putus. Hari ini musibah kembali di Kecamatan Natal, akibat hujan deras 2 Desa di Natal dihantam banjir, ada warga yang mengungsi karena puluhan rumah warga terendam dan 3 unit jembatan putus,” ujar Yasir Nasution.

Yasir menyebut hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa atas musibah banjir tersebut. Pihaknya juga sudah mengirimkan petugas dan logistik guna memulihkan situasi di lokasi.

“Sejauh ini tidak ada korban banjir, kerugian materiil belum dapat diperkirakan. Kita sudah mengirimkan logistik kesana termasuk bantuan beras untuk para pengungsi,” ucapnya.

Di samping itu, Yasir juga mengatakan pihak Pemerintah Kecamatan sedang melakukan koordinasi dengan beberapa perusahaan di wilayah itu untuk mencari solusi terkait penanganan dampak banjir tersebut.

Yasir juga berharap agar pihak pemerintahan maupun masyarakat pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca yang tak menentu dan bisa sewaktu waktu menyebabkan terjadinya bencana, baik banjir maupun longsor.

“Masyarakat dan pengguna jalan agar lebih waspada, karena bencana banjir maupun longsor terkadang tidak dapat kita prediksi, kita sudah menyurati semua kecamatan agar meningkatkan kewaspadaan untuk disampaikan ke masyarakat,” pungkasnya. (wan)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button