Berita

2.500 Rokok Ilegal Gagal Beredar Diamankan Petugas Bandara FL Tobing

FaseBerita.ID – Untuk pertama kalinya, pihak Bandara Ferdinand Lumbantobing Pinangsori Tapteng menggagalkan pengiriman paket berupa 2.500 bungkus rokok ilegal alias tanpa cukai, Kamis (20/8).

Rokok ilegal tersebut terdeteksi saat menjalani proses pemeriksaan petugas Aavsec di SCP Bandara. Rokok yang dikemas dalam bentuk koli/dus berjumlah 5 koli /dus itu, berasal dari pengirim di Kota Padangsidimpuan dan hendak dikirim ke Banjarmasin, Kalimantan. Paket hendak dikirim melalui Lion Parcel dan diangkut menggunakan pesawat Wings Air dari Bandara Dr FL Tobing, Tapanuli Tengah.

Pihak Bandara, melalui Kepala Unit Keamanan (Avsec) Jansen Saragih menjelaskan, bahwa berhasilnya digagalkan pengiriman rokok di bandara itu baru terjadi dan pertama kalinya.

“Benar, ini pertama kali terjadi dan berkat kejelian dan insting dari anggota Avsec kita. Sesuai dengan SOP di SCP 1 gedung terminal terhadap pengiriman barang Cargo milik Lion Parcel menggunakan X-ray, didapati bahwa terdapat barang yang akan dikirim dengan tujuan ke Banjarmasin tidak sesuai isi dalam kemasan barang dengan dokumen SMU-nya,” terang Jansen.

Saat itu petugas langsung melakukan manual check atas barang tersebut. “Ternyata isi dalam kemasan dus berisi 250 slop rokok atau 2.500 bungkus yang tidak menggunakan cukai,” ujar Jansen kepada wartawan.

Rokok tersebut bermerk Luffman, sedangkan isi barang dalam dokumen SMU-nya adalah Shampo.

Jansen juga menjelaskan, hingga saat ini kasus ini sedang dalam proses investigasi. “Untuk kronologi atas kejadian ini, tentu nanti kita akan berkoordinasi dengan kepabeanan, dan akan kita dalami siapa pemilik dan motif dari pengiriman rokok ilegal ini,” ucapnya.

Dia juga menuturkan, jika tidak secara langsung membahayakan keamanan dan keselamatan penerbangan, tentu akan ada tindakan/konsekuensi terhadap jasa pengiriman, tergantung nanti hasil investigasi berikutnya.

Untuk itu, Jansen mengimbau agar masyarakat pengguna jasa angkutan udara melalui bandara Dr FL Tobing tidak berniat untuk melakukan pengiriman barang-barang yang dapat menyalahi ketentuan dan peraturan perundang -undangan.

“Karena para petugas Avsec di Bandara FL Tobing telah dibekali kompetensi untuk melakukan pemeriksaan orang dan barang bawaan yang akan diangkut oleh pesawat udara, jangan sampai nanti masyarakat terkena sanksi pidana sebagaimana tertuang dalam UU No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan,” katanya. (dh)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button