Berita

199 Suara DPK di Huta Bayu Raja Mencurigakan

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Rekapitulasi Perhitungan Suara Tingkat Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun yang sudah selesai dilaksanakan pada Sabtu (27/4) kemarin, kini diduga masih menyisakan teka-teki atas adanya dugaan temuan pelanggaran dari Daftar Pemilih Khusus (DPK) di 7 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kelurahan Hutabayu Kecamatan Hutabayu Raja.

Informasi yang berhasil dihimpun, setidaknya ditemukan kurang lebih 199 suara yang muncul dari DPK yang diduga berasal dari pemilih luar domisili dan pemilih yang sudah memilih tetapi memilih kembali di TPS lain, mirisnya ditemukan oleh para saksi saat di gelarnya rekapitulasi penghitungan suara ditingkat PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) di Kantor Camat Hutabayu Raja, Rabu (24/4) kemarin.

“Sipemilih sudah terdaftar di DPT tapi terdaftar juga didalam DPK. Selain itu juga kami temukan pemilih DPK dari luar daerah, ada dari Pematangsiantar, Malang, Bah Jambi. Sementara pemilih DPK tidak memiliki A5,”kata Jefri Gultom, saksi dari Partai Gerindra kepada kru koran ini mengungkap kejadian proses rekapitulasi tersebut, Senin (29/4) sekira pukul 22.00 WIB.

“Pemilih yang masuk dalam DPK memakai Kartu Keluarga (KK). Jadi permasalahannya ada di 7 TPS sebanyak kurang lebih 199 suara. Jumlahnya variatif dari setiap TPS nya, ada yang 20 suara, ada yang 40 dan berlainan jumlahnya,” tandas Jefri Gultom, sembari menunjukkan tanda laporan pengaduannya dari Bawaslu Kabupaten Simalungun.

“Anehnya, sewaktu kami konfirmasi kepihak Bawaslu Kabupaten Simalungun M Choir, tanggal 24 April 2019 malam yang menghubungi saksi dari Partai PDIP Golang Harianja, mengatakan bahwa pihak Bawaslu tidak mau menerima karena sudah tutup kantor. Padahal Bawaslu kan setahu saya buka 24 Jam,” tandasnya lagi.

Lebih lanjut dijelaskannya lagi, bahwa pelaporan dilakukan oleh para saksi partai baru dilakukan dan diterima oleh pihak Bawaslu Kabupaten Simalungun pada Minggu (28/4) kemarin, yang dilaporkan langsung oleh para saksi partai yang pada waktu itu bersaksi di tingkat PPK Hutabayu Raja.

Saat dikonfirmasi pihak Bawaslu Kabupaten Simalungun melalui Bobby Dewantara Purba kepada kru koran ini membenarkan adanya pelaporan tersebut.

Dalam keterangannya via seluler pihak Bawaslu Simalungun sudah menerima laporan para pelapor dan sedang melakukan konsultasi ke Bawaslu Provinsi Sumatera Utara. (Adi)

iklan usi



Back to top button