Berita

18 Ha Ladang Ganja di Madina Dimusnahkan

FaseBerita.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bersama BNNK Mandailing Natal (Madina) melakukan operasi pemusnahan ladang ganja di wilayah Kabupaten Madina.

Dalam operasi tersebut, petugas tidak ada menemukan tersangka pemilik ladang ganja. Operasi yang berlangsung mulai Minggu (16/2) hingga Senin (17/2) itu, berhasil menemukan ladang ganja seluasi 18 hektare di dua titik lokasi di sekitar Tor Sihite Desa Banjar Lancat Kecamatan Panyabungan Timur.

Titik lokasi penemuan pertama sekitar 15 hektare, yang mana dari 15 hektare itu ada sekitar 4 hektare sudah dipanen pemilik ladang ganja sebelum dilakukan operasi. Kemudian, di titik penemuan kedua seluas 3 hektare.

Operasi tersebut dipimpin salah satu petinggi BNN Provinsi Sumut AKBP Eddy Mashuri bersama sejumlah personil termasuk personil dari BNNK Tanjung Balai yang ikut dalam operasi itu. Kepala BNNK Madina AKBP Ramlan bersama personil, dan personil bantuan dari TNI/Polri.

Kepala BNNK Madina AKBP Ramlan menjelaskan, operasi ini merupakan tindak lanjut dari hasil penyelidikan yang dilaksanakan sebelumnya oleh tim pemberantasan BNNK Madina.

“Dalam operasi ini kita kembali menemukan ladang seluas 18 hektare yang berada di dua titik lokasi di kawasan bukit Tor Sihite Panyabungan Timur. Ketinggian tanaman sekitar 1 sampai 2 meter. Dan, di lokasi pertama (15 hektare) kami menemukan sekitar 4 hektare sudah dipanen pemilik ladang sebelum kita masuk.

“Dari dua titik lokasi penemuan, kita perkirakan tanaman ganja yang dikategorikan siap panen itu ada sekitar 15 ribuan pohon,” ungkap AKBP Ramlan.

Melalui operasi pemusnahan ladang ganja yang dilakukan BNN maupun TNI/Polri, kata Ramlan, diharapkan peredaran gelap narkotika khususnya ganja dapat diminimalisir khususnya di wilayah Kabupaten Madina.

“Kita juga berharap, kesadaran masyarakat dapat meningkat supaya gerakan pemberantasan narkotika ini dapat kita lakukan secara bersama-sama. Petani atau pemilik ladang ganja juga kita harap kesadarannya agar mereka mau meninggalkan praktik dan perbuatan melawan hukum ini,” ujarnya. (wan/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button