Berita

17 Perampok Aniaya dan Buang Supir Truk: Modus Pura-pura Terserempet

MEDAN, FaseBerita.ID – Enam pria terlibat perampokan beberapa supir truk kontainer di kawasan Kuala Tanjung, Jalan Lintas Timur, Kabupaten Batubara, ditangkap polisi. Keenamnya, Boben Handoko, Topan Hidayat Hasibuan, A Imron Hasibuan, Agam Ramadhani, Yopi Kurnia Chandra, dan Hermansyah. Mereka bersama 11 orang lainnya yang masih buron menyandera dan membuang korbannya di tengah jalan setelah merampok kontainer.

Direskrimum Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) Andi Ryan menjelaskan, dalam menjalankan aksinya, para pelaku menyandera para korban dengan mengikat serta melakban korbannya. Para pelaku kemudian membuang korban di tengah jalan. Setelah itu, truk berisi muatan bahan pokok dibawa lari.

“Dalam melaksanakan aksinya, supir atau kernetnya disandera. Diikat dengan lakban. Korbannya dimasukkan ke mobil pelaku, lalu dibuang di suatu tempat, kemudian truknya dibawa kabur,” kata Andi, di Mapolda Sumut, Senin (4/11/2019).

Rentetan kejahatan para pelaku pertama kali terjadi Selasa (20/2/2018), sekitar pukul 08.10 WIB. Saat itu satu unit truk bermuatan 25 ton palet getah karet di Km 29 Tol Balmerah, pintu Tol Tanjungmorawa dipepet mobil Avanza yang dikendarai para tersangka. Tersangka turun dan mengaku mobilnya terserempet truk tersebut. Lalu, tersangka menarik korban dari truknya, dan menodongkan pisau.

Korban kemudian dibawa masuk ke mobil tersangka. Tangan, mata, dan mulut korban ditutup dengan lakban.

“Korban dibuang di luar pintu Tol H Anif, sedangkan truknya dibawa pergi,” ujar Andi.

Kejadian kedua, Sabtu (19/10/2019) lalu sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, korban mengendarai truk trado bermuatan minyak goreng, di SPBU Kuala Tanjung.

Seorang laki-laki tidak dikenal menumpang truk. Saat di Jalan Lintas Sumatera di Desa Tanjung Kasau, Kecamatan Sei Suka, Batubara, laki-laki tersebut meminta turun. Tak lama, satu unit mobil dari arah berlawanan datang menghadang dan memukul korban, lalu membawa korban ke mobil tersangka. Tangan dan mata korban ditutup dengan lakban oleh tersangka, dan dibuang di Jalan Sinar Gunung, Kecamatan Percut Sei Tuan. Truk korban dibawa kabur oleh pelaku.

Kejadian ketiga, Senin (28/10/2019) sekitar pukul 00.30 WIB. Truk bermuatan susu yang dikendarai korban dihadang satu unit minibus. Saat itu, korban sedang berhenti dan buang air kecil di bawah flyover dekat pintu Tol H Anif. Saat hendak pergi, para tersangka datang dan menodongkan senjata api. Korban kemudian dipiting dan dimasukkan ke mobil. Kedua tangan dan mata korban diikat dan ditutup dengan lakban, serta korban dianiaya.

“Korban dibuang di perkebunan kelapa sawit, mobil korban dibawa,” kata Andi.

Andi menambahkan, dalam tiga kejadian tersebut, polisi memastikan keterlibatan kernet dari transportasi yang digunakan untuk mengangkut barang.

“Dia (kernet) ber-subhat atau bekerja sama dengan pelaku,” ucap Andi.

Kepala Personalia Benua Samodra Kargo, Darmawan Lase yang hadir dalam pemaparan tersebut mengatakan, saat pertama kali tahu anggotanya dibuang oleh para pelaku, dia langsung berkoordinasi dengan manajer untuk memberitahu kejadian itu.

Saat itu, beberapa orang anggota lainnya langsung diarahkan ke lokasi titik berdasarkan GPS di Tebingtinggi. Namun, truk tidak lagi berada di tempat. Keesokan paginya, pihaknya baru melaporkan ke Poldasu.

“Saat itu korban sakit, keningnya bengkak, dipukuli dan muntah, bajunya kena muntah. Pengakuannya, dia ditodong senjata tajam,” kata Darmawan.

Dijelaskannya, truk kontainer bermuatan minyak goreng itu diangkut dari PT Wilmar Kuala Tanjung menuju Belawan untuk diekspor.

“Itu nilainya Rp800 juta. Di dalam kontainer itu ada 2.016 karton minyak goreng dalam kemasan. Sangat disayangkan karena sebenarnya negara bisa mendapatkan devisa dari situ,” kata Dermawan.

Kapoldasu Irjen Agus Andrianto mengimbau siapapun yang pernah menjadi korban untuk melapor ke Poldasu. Terutama kasus minyak goreng, pihaknya belum memeroleh informasi di mana penjualan barang bukti hasil kejahatan.

“Kita imbau ke masyarakat untuk hati-hati membeli sesuatu yang tidak jelas asal usulnya. Paling tidak, bisa menduga barang itu bukan dari hasil kejahatan. Biasanya barang itu dijual lebih murah dari harga biasanya di pasaran,” kata Agus.

Poldasu menangkap keenam pelaku di tempat terpisah, Jumat (1/11/2019). Polisi masih mengejar sebelas pelaku lainnya. (kdc/int)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close