Berita

14 Mesin Judi Dibakar Bupati Tapteng: Tak Ada yang Mengaku sebagai Pemilik

FaseBerita.ID – Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani bersama lintas tokoh agama dan DPRD sepakat memusnakan 14 unit mesin judi dengan cara dibakar. Itu dilakukan setelah tidak ada yang mengaku sebagai pemilik barang tersebut setelah enam bulan sejak diamankan Satpol PP.

Saat pemusnahan di halaman Gedung Serbaguna Pandan, Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani mengatakan bahwa pemusnahan belasan mesin judi hasil razia Satpol PP Tapteng itu dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam memberantas perjudian di Tapteng yang berdampak dengan perekonomian warga.

“Hari ini kami memusnakan 14 mesin judi jackpot dan satu mesin judi ikan-ikan, ini hasil tangkapan Satpol PP beberapa bulan lalu. Kita sudah menunggu siapa pemiliknya, supaya datang. Supaya kalau memang datang kita serahkan kepada pihak kepolisian, supaya di proses pemiliknya. Namun sampai sekarang tidak ada. Oleh sebab itu kita musnakan, dari pada disalah gunakan. Saya ambil sikap ini kami bikin berita acara ini kami musnakan,” ujar Bakhtiar, Rabu (9/9).

Bakhtiar menuturkan, razia terhadap perjudian di wilayah Tapteng akan terus dilakukan. Bakhtiar meminta masyarakat untuk dapat membantu dan memberitahu kepada pihaknya dan pihak yang berwajib apabila menemukan aktifitas perjudian.

“Kami akan terus gencarkan razia, Satpol PP akan kami tugaskan terus merazia. Dan tokoh-tokoh masyarakat akan kita minta membantu merazia, memberitahu kepada kita, kepada Polsek, kepada Koramil,” katanya.

Dalam melakukan razia kedepan, lanjut Bakhtiar, apabila ada pemilik mesin judi yang ketahuan akan diserahkan ke pihak berwajib.

“Kalo ada pemiliknya dapat akan kita serahkan kepihak yang berwajib. Tidak ada tempat mesin-mesin judi di Tapanuli tengah lagi, itu janji kami dan akan kami penuhi, apapun resikonya akan kami ambil,” sebutnya.

Tindakan tegas itu kata Bakhtiar, dilakukan pihaknya agar perekonomian masyarakat tidak semakin melemah, terlebih saat situasi Covid-19 saat ini. “Ini untuk kepentingan masyarakat, apalagi suasana covid saat ini, masyarakat sudah susah, mana tau ada judi togel segala macam, laporkan kepada pihak yang berwajib, karena polisi punya siber, karena ada online-onlinenya gitu katanya di togel, satpol pp kami mana mungkin tau seperti itu, silahkan tangkap bandar-bandarnya, polisilah yang menangkap itu,” ucapnya.

Terkait penulis judi togel, masih kata Bakhtiar, apabila ada warga yang menemukan hal sedemikian, kiranya warga mengamankannya dan menyerahkannya ke pihak berwajib. “Kalau penulis ketangkap tangan, kami minta masyarakat mengamankan serahkan ke pihak berwajib,” katanya.

Untuk itu, Bakhtiar kembali menegaskan, bahwa tidak ada tempat bagi judi di wilayah Tapteng. Dan apabila masi ada, maka segala uapaya akan dilkukannya untuk memberantasnya.

“Jangan coba-coba ada orang bermain-main membuat mesin-mesin judi di tapanuli tengah, kami pastikan kami razia dan kami bakar, kami pastikan haram hukumnya mesin judi ada di tapanuli tengah, segala upaya akan kami lakukan, rakyat bersama kami,” tegasnya. (dh)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button