Berita

13 Warga Sidimpuan Peserta Ijtima di Gowa Sulsel ODP

FaseBerita.ID – Sebanyak 13 orang yang menjadi peserta Ijtima Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan telah tiba, Senin (23/3) pagi, di Kota Padangsidimpuan (Psp). Mereka pun langsung menjalani pemeriksaan di UPTD Puskesmas Batunadua, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua.

Peserta Ijtima ini, berangkat dari Gowa sejak Minggu (22/3) kemarin. Menuju Pekanbaru, Provinsi Riau. Dan selanjutnya lewat darat ke Kota Padangsidimpuan. Empat orang di antara mereka, merupakan warga Tapanuli Selatan, dan selebihnya menetap sebagai warga Kota Padangsidimpuan.

Tiba pada pukul 06.30 WIB, mereka langsung diarahkan ke UPTD Puskesmas tersebut. Petugas kesehatan pun menyemprotkan disinfektan pada kendaraan mereka, selanjutnya pemeriksaan suhu tubuh masing-masingnya.

Dari pemeriksaan yang dilakukan petugas kesehatan, semuanya dinyatakan negatif dari corona virus disease (Covid-19). Dan dijadikan Orang Dalam Pemantauan (ODP) selama 14 hari ke depan.

Di tengah wabah virus corona menjadi pandemi global. Yang menyebar ke berbagai negara. Diketahui, Peserta Ijtima Ulama menjadi perhatian pemerintah sebab dalam kegiatan itu, mempertemukan banyak orang dari berbagai negara, se-Asia. Meskipun belakangan pelaksanaan yang dijadwalkan 19-22 Maret ini, telah ditunda. Dan para peserta kembali ke daerah masing-masing.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Padangsidimpuan sebagai bagian dari gugus tugas Percepatan Penanganan COVID-19 ini, akan memantau kepulangan warga dari luar daerah, termasuk jemaah yang ikut Ijtima Ulama Zona Asia 2020 di Gowa, Sulawesi Selatan kemarin.

Kepala BPBD Padangsidimpuan, Ali Ibrahim Dalimunthe, Minggu (22/3) menerangkan, bila mereka akan tetap memantau warga Kota Padangsidimpuan atau perantuan yang pulang dari daerah seperti Batam dan Sulawesi.

Dari Sulawesi atau peserta ijtima ini, diperkirakan akan tiba hari ini, jika menggunakan pesawat. Jadwalnya, Minggu pukul 09.00 pagi ini mereka berangkat, dan tiba di Jakarta pada siang hari. Dan seterusnya akan mendarat di Bandara Pekanbaru-Riau. Para peserta ini kemudian akan menjadi orang dalam pemantauan (ODP), jika sudah tiba di Kota Padangsidimpuan.

“Itu belum pasti jadi berangkat atau tidak, Karena kepastiannya itu setiap orang berpergian kan yang menentukan kan (pihak) bandara, dan mengkur suhu. Kalau suhu mereka nanti masih normal 37 (derajat) ke bawah, itu lanjut bisa berangkat. Kalau suhunya di atas 38, itu tentu pasti ditolak bandara,” katanya.

Namun lalu lintas transportasi tidak mutlak hanya melalui udara, bisa saja melalui laut dan darat. Langkah antisipasi nantinya, yang diambil oleh BPBD, dengan cara setiap pintu masuk ke Kota Padangsidimpuan dengan cara ukur suhu tubuh bagi orang yang datang. Tapi itu katanya masih perlu kajian dan rapat bersama. (san)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button