Berita

11 Tahun Melarikan Diri, Buronan Kasus Korupsi Pasar Horas Ditangkap

FaseBerita.ID – Tim gabungan intelijen Kejatisu dan Kejari Siantar menangkap buronan dalam kasus korupsi pembangunan kios darurat Pasar Horas Pematang Siantar tahun 2002. Henry Panjaitan, terpidana 4 tahun penjara itu telah dinyatakan buron sejak 2008.

Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, menjelaskan, Henry diamankan pada Selasa (23/4), Pukul 7.30 WIB, di warung kopi Jalan Sei Silau, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

“Yang bersangkutan sudah masuk dalam pemantauan kita sejak 17 April lalu. Saat itu tim kita melihat yang bersangkutan melakukan pencoblosan tak jauh dari rumahnya di Sei Asahan. Namun saat itu tim kita gagal melakukan penangkapan,” beber Sumanggar.

Lantas pada pagi tadi, lanjut Sumanggar, tim intelijen langsung mengamankan tersangka saat hendak sarapan.

“Jadi memang selama 11 tahun ini terpidana yang dalam kasus ini sebagai rekanan kerap berpindah-pindah Jakarta dan Medan, sehingga menyulitkan kita melakukan eksekusi,” urai Sumanggar.

Kepala Kejari Pematang Siantar, Ferziansyah Sesunan, menambahkan, sebelum dimasukan dalam daftar buronan, Henry pada tahun 2002 dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri Siantar. Namun kemudian jaksa mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung.

“Nah pada tahun 2005, putusan kasasi keluar dan menghukum Henry dengan pidana 4 tahun penjara denda sebesar Rp 200.000.000 subsidair 6 bulan dan membayar uang pengganti sebesar Rp. 247 juta,” beber Ferzi.

Namun jaksa pada saat itu belum langsung mengeksekusi Henry lantaran salinan putusan kasasi belum diterima. Kemudian pada tahun 2008 barulah jaksa menerima salinan putusan itu. “Namun pada saat kita eksekusi, tersangka sudah melarikan diri,” sebut Ferzy.

Belakangan, dia diketahui mengubah identitasnya, termasuk alamat rumah. “Terpidana melakukan pergantian data identitas tempat tanggal lahir dan alamat tempat tinggal pada rekam e-KTP. Dia mengubah namanya sebagai Hasudungan,” beber Ferzy.

Henry merupakan Direktur pada CV Vini Vidi Vici, terpidana dalam tindak pidana korupsi pada pembangunan kios darurat Pasar Horas Pematang Siantar TA. 2002 yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 679.496.741.

Selain Henry, Mantan Walikota Siantar Marim Purba juga terlibat dan sudah dihukum pidana penjara karena kasus ini.

Terhadap DPO telah dilakukan pemanggilan yang patut menurut hukum sebanyak 3 kali, namun DPO tidak mengindahkan pemanggilan sehingga statusnya telah ditetapkan DPO oleh Kejari Pematangsiantar sejak tahun 2008 dan surat Kepala Kejaksaan Negeri Pematangsiantar No. B-190/N.2.12/Fu.1/08/2008 tanggal 26 Agustus 2008 perihal pendataan buronan dalam perkara tindak pidana korupsi dikirimkan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. (rel/ros)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button