Berita

1 Tersangka Pembunuhan di Tor Simarsayang Sidimpuan Tewas Ditembak Polisi

FaseBerita.ID – S (36), satu dari lima tersangka pembunuhan di Tor Simarsayang, tewas ditembak polisi saat pengembangan mencari barangbukti, Rabu (5/8) petang.

Dalam keterangan pers pada Kamis (6/8), Kapolres Kota Padangsidimpuan AKBP Juliani Prahartini menuturkan, tersangka S saat dilakukan pengembangan mencari barang bukti berupa sepedamotor Yamaha Jupiter MX milik korban Lukman Siregar, melakukan perlawanan. S memukul Ipda Irsan yang merupakan KBO Reskrim.

“Sudah diserahkan kepada keluarga. S ini pada saat kemarin, yang bersangkutan melakukan upaya melawan petugas pada saat melakukan pengembangan barangbukti. Salah satu anggota kami saat ini berada di rumah sakit, karena luka. Dan yang bersangkutan, dilakukan tindakan tegas terukur. Dan, saat ini meninggal dunia,” katanya.

Baca sebelumnya: Mayat di Simarsayang Itu Korban Pembunuhan: Disinyalir Ada Lima Tersangka

Dari informasi yang didapat. Hari itu, tim yang dipimpin Ipda Irsan melakukan pengembangan mencari barang bukti ke arah Mompang, Padangsidimpuan Angkola Julu. Mereka turut membawa tersangka, dalam mobil minibus. Saat sebagian polisi turun mencari Yamaha Jupiter MX itu, Irsan berjaga sendiri. Selanjutnya, S mengambil kunci roda dan memukulkannya pada bagian pergelangan tangan Irsan, hingga luka.

Anggota polisi lain yang mengetahui itu lantas mengeluarkan tembakan dan menghantam tubuh tersangka, dan meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit umum Kota Padangsidimpuan.

Merunut pernyataan Kapolres, S merupakan tersangka utama dalam pembunuhan Lukman Siregar. Sedangkan, barang bukti berupa Yamaha Jupiter MX milik korban belum didapat. Selain alat melakukan penganiayaan, polisi juga mengamankan barang bukti berupa Honda Beat tanpa TNKB dan Kap Body, Honda Mega Pro BB 2728 FS. Masing-masing kendaraan yang digunakan para tersangka.

Pakter dan Rambut Pirang Jadi Petunjuk Pengungkapan

Polisi mengungkap penemuan mayat Lukman Siregar sebagai korban pembunuhan dari keterangan saksi yang tinggal di salah satu rumah dan pemilik pakter di kawasan Tor Simarsayang itu.

Kapolres AKBP Juliani Prahartini merunut, setelah penemuan mayat Lukman, Satreskrim Polres Padangsidimpuan bekerjasama dengan tim Inafis Poldasu mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi.

Ditemukan keterangan, Minggu dini hari itu sekitar pukul 03.00 Wib, seorang warga sekitar Bambang mendengar keributan di dekat area kebun salak setelah tanjakan terjal bila dari arah pintu masuk Tor Simarsayang ini.

Warga yang tinggal di salah satu rumah di sekitar itu pun, mengintip untuk melihat keributan itu dari ventilasi udara rumahnya. Ia menyaksikan ciri-ciri orang yang merupakan tersangka yang tengah bergumul saat itu, di antaranya berjenggot, berambut pirang dan berjumlah 5 sampai 7 orang, dengan tiga sepedamotor.

“Si saksi masih ingat ciri-ciri orangnya, berjenggot, rambut pirang Dan ada sekitar 5 sampai 7 orang waktu itu, Kita ambil keterangannya,” kata Kapolres.

Sementara dari Pakter Tuak di sekitar itu, didapat bahwa antara korban dan para tersangka ini sebelumnya sedang minum dan berjoget-joget di Pakter milik Misnah br Siagian. Tersangka yang menyebabkan kematian Lukman pun diketahui, hingga dilakukan penangkapan.

Tersangka ada lima orang, masing-masing S (36), ZH (32), ANH (35) , E (20) dan AH (23). Semuanya merupakan warga Kota Padangsidimpuan.

Mengurut kronologi pertikaian hingga ke pembunuhan. Awalnya, pada Minggu (2/8) itu, Lukman selepas mengantar mertua dan istrinya ke Pudun Jae, Padangsidimpuan Batunadua pergi ke Tor Simarsayang.

Di sana, ia minum tuak di Pakter milik Misnah. Beberapa saat kemudian muncul kelima tersangka yang juga minum di warung tuak tersebut.

Kemudian para tersangka berjoget-joget karena diketahui selain menyediakan tuak, pakter itu juga memutar live musik. Korban juga ikut berjoget, saat itu para tersangka dan juga korban sudah mabuk karena minuman tuak, dan korban menyenggol tersangka S sehingga tersangka tersinggung.

Rupanya, saat pulang, sekitar pukul 03.00 Wib. Korban yang pulang menaiki Yamaha Jupiter MX itu dikejar dan dicegat oleh tersangka S, E dan AN, yang sebelumnya menyimpan dendam, tepatnya di sekitaran kebun salak. Lalu melampiaskannya, dengan mengeroyok.

Selanjutnya tersangka Z dan A muncul menyusul dan juga langsung memukuli wajah korban, sampai korban tak berdaya. lalu S membawa sepeda motor korban, sedangkan AN membonceng korban dan E, sampai ke perkuburan ujung Jalan menurun.

“Lapangan ini turun ke bawah, si korban dijatuhkan. Dipukul lagi, ditelungkupkan. Yang Melihat-lihat suasana. S menaiki punggung korban, menjerat leher, diambil batu dipukul ke kepala korban,” kata Juliani.

Tersangka E dan A kemudian pergi ke pinggir jalan untuk melihat apa ada orang yang datang. Tangan korban kemudian dipegangi oleh ZH, dan selanjutnya S memukul kepala belakang korban pakai batu, kemudian lehernya dijerat hingga korban meninggal dunia.

Setelah itu, para tersangka meninggalkan korban yang terkapar tak bernyawa. S juga membawa sepeda motor milik korban. (san)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button