Berita

1 Rumah & 7 Ruko Terbakar di Madina,  Kerugian Rp1,5 Miliar

 

 

MADINA, Fase Berita.ID – Warga Panyabungan dikejutkan peristiwa kebakaran yang terjadi pada Rabu (27/11) sekitar pukul 18.30 WIB, atau memasuki waktu sholat Maghrib. Api berkobar mengahanguskan sejumlah bagunan ruko semi permanen di Jalan Willem Iskandar, tepatnya di seberang lokasi Pasar Lama Panyabungan.

Menurut Kapolsek Panyabungan AKP Andi Gustawi Lubis, ada tujuh rumah toko (Ruko) yang terbuat dari kayu dan satu unit bangunan permanen milik pedagang yang ludes terbakar. Dan, untuk penyebab terjadinya kebakaran masih belum dapat dipastikan.

“Masih dalam penyelidian. Untuk korban jiwa nihil. Kerugian ditaksir sebesar Rp1,5 miliar,” kata AKP Andi menjawab wartawan Metro Tabagsel, Kamis (28/11) siang.

Adapun identitas dari pemilik bangunan ruko, yakni, Rahmad (46), Lokot (50), Bob Aswar (45), Azhari Lubis (38), Anda (30), Kocik (60), Irfan (35) serta Uda Bulek (60). Mereka ini semua warga Panyabungan Kabupaten Madina.

Sedangkan menurut warga di lokasi kebakaran, awalnya api diduga berasal dari pedagang sate bernama Anda. Api itu kemudian berkobar dan membesar yang seterusnya menghanguskan ruko milik Lokot dan Rahmad yang menjual berbagai perabotan lemari.

“Api dari lapak pedagang sate. Sudah disiram-siram pakai air tadi, namun nggak padam-padam malah membesar,” cerita beberapa warga di lokasi kebakaran.

Menurut salah satu korban Azhari, saat kejadian ia sedang berada di Pasar Hilir. Ia dalam perjalanan menuju ke Hutabargot. Tiba-tiba ada kabar bahwa rukonya terbakar. Ia pun langsung tancap gas.

Sesampainya di sana, kata Azhari, ia melihat api sudah berada di bagian atap banguan ruko tempat ia berjualan ini. Ia pun panik dan seterusnya menyelamatkan beberapa barang miliknya yang berada di bawah.

“Bangunan rumah ruko kita ini dua tingkat. Di atas kita buat jadi gudang tempat penyimpanan dari barang-barang jualan kita. Pas sampai saya lihat api sudah di atas. Saya panik, hanya barang-barang yang di bawah yang bisa diselamatkan,” kata Azhari, sambil menunjukkan sejumlah barang elektronik, seperti televisi, yang dijualnya.

 

Ia menjelaskan, ruko mereka ini merupakan harta pusaka peninggalan keluarga mereka. Dan, beberapa penghuni dari ruko itu; pedagang martabak, pedagang kaset DVD dan CD, pedagang pakaian (Distro) dan pedagang perabot lemari.

“Bang Bob pemilik ruko pakaian itu bagian dari keluarga kita, barang-barangnya pun habis. Dia lokasinya berada di tengah. Di samping ruko kita ada Irfan penjual kaset,” ujar Azhari saat ditemui di rumahnya Kamis (27/11) siang.

“Nggak tau dugaan penyebabnya, ada yang bilang dari penjual sate, ada yang bilang ada yang bakar sampah di belakang ruko perabot lemari itu,” ujarnya lagi.

Pantauan Metro Tabagsel, api itu berkobar  kurang lebih sekitar 2 jam dan baru bisa dipadamkan pada pukul 20.15 WIB. Api yang besar membubung tinggi tampak terlihat dari jarak pandang sekitar 500 meter.

 

Puluhan ribu warga berbondong-bondong ke lokasi kebakaran yang menyebabkan kondisi arus jalan di seputaran jalan Willem Iskandar Panyabungan macet total.

Lokasi kebakaran yang tak jauh dari Masjid Raya Panyabungan Alqurro Walhuffazh ini berkali-kali dilantunkan kumandang adzan saat proses pemadaman.

Sejumlah warga dan satu Mobil Water Canon milik Polres Madina tampak berjibaku memadamkan kobaran api. Sementara, mobil petugas pemadam kebakaran (damkar) Pemkab Madina baru tiba di lokasi setelah sekitar satu jam lebih api berkobar.

Tak lama petugas damkar tiba di lokasi, api pun bisa dipadamkan. Ada dua unit mobil damkar yang dikerahkan oleh Dinas Satpol PP selaku dinas yang membidangi satuan petugas damkar. (Mag 01)

 

 

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close