Berita

1 PDP di Madina Dirujuk ke Medan

FaseBerita.ID – Satu orang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bukan dari kalangan mahasiswa atau pun pejabat di daerah setempat. Ini sesuai keterangan yang diperoleh dari anggota tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Mandailing Natal.

“Iya benar sudah ada yang satu PDP, ibu-ibu, warga biasa, orang Kotanopan,” kata salah seorang anggota tim Gugus Tugas dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Madina menanggapi wartawan, Sabtu (28/3) sore.

Sebelumnya, dari Peta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Madina yang di update per Sabtu 28 Maret 2020 pukul 15:00 WIB, dapat dilihat jumlah status PDP sudah menjadi satu orang.

Sementara, untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) menjadi sebanyak 765 orang. Dengan rincian, ODP sehat sebanyak 681 orang. Dan, ODP dengan gejala klinis ada sebanyak 84 orang.

Keterangan yang sama juga diperoleh dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Madina Sahnan Pasaribu. Ia membenarkan bahwa ada satu orang warga Madina yang sudah ditetapkan statusnya menjadi PDP.

“Benar, itu bukan hoax. Ada satu orang PDP warga Madina yang berdomisili di Tangerang, pulang kampung ke Kotanopan,” kata Sahnan yang juga anggota tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Madina. Sabtu (28/3).

Sahnan kemudian menerangkan, orang tersebut sebelumnya diperiksa dan dirujuk ke Rumah Sakit Madina. Hasil dari pemeriksaannya menunjukkan gejala klinis yang mengarah pada Corona.

“Tadi malam (Jumat malam red,) kita rujuk ke RSU Djasamen Pematangsiantar, tapi di situ penuh. Tadi siang sudah dirujuk ke RSUP Adam Malik Medan. Pasien tersebut sudah di Adam Malik Medan,” ujarnya.

Ia mengimbau agar seluruh masyarakat Madina agar bekerja sama melawan penyebaran Virus Corona melalui ‘ Sosial Distancing’ dan aktif melaporkan setiap anggota keluarga, tetangga dan warga di masing-masing lingkungan yang datang dari daerah luar daerah.

“Kami meminta masyarakat supaya penuh kesadaran melaporkan atau memeriksakan setiap warga yang pulang dari daerah terpapar Corona kepada petugas medis di puskesmas atau rumah sakit. Dengan begitu kita bisa melakukan antisipasi dengan cepat. Dan, warga tidak usah panik atau takut. Karena kerja sama ini sangat penting,” pesan Sahnan. (Mag 01)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button