Berita

1 Jam Dititip ke Ibu Tiri, Balita Meninggal

Mulut Berbuih, dan Hidung Mengeluarkan Darah  

FaseBerita.ID – Baru sekitar satu jam dititipkan ayahnya ke ibu tiri, Jihan (5) mendadak kejang-kejang dan kemudian meninggal dunia. Mulutnya berbuih dan hidung mengeluarkan darah.

Jenazah balita yang masih duduk di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ini dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) dr Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk dilakukan otopsi, Jumat (11/10/2019).

Informasi dihimpun, ayah korban yang bernama Husin memiliki dua istri. Dari istri pertama, NW ia mempunya tiga anak yang semuanya laki-laki. Sedangkan istri keduanya, Noni Br Nasution (29) yang merupakan ibu kandung Jihan. Jihan sendiri merupakan putri Noni satu-satunya.

Sebelum meninggal, Kamis (10/10/2019) sekira pukul 16.30 WIB, Jihan dibawa ayahnya ke rumah NW yang merupakan ibu tiri Jihan, di Jalan Pejuang, Kelurahan Wek II, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan. Sekitar pukul 18.30 WIB, Husin keluar rumah dan menitipkan Jihan kepada NW.

Namun baru sekitar satu jam, Husin yang tercatat sebagai warga Padangsidimpuan Hutaimbaru ini, dihubungi NW. Kepada Husin, NW mengatakan Jihan tiba-tiba sakit di bagian tenggorokan.

Mendengar kabar itu, Husin langsung menjemput Jihan dan membawanya ke Rumah Sakit (RS) Metta Medika Padangsidimpuan. Namun, sekitar satu jam setelah itu, Jihan meninggal dunia.

Meninggalnya Jihan membuat ayahnya histeris. Apalagi mengingat kondisi korban sebelumnya ini baik-baik saja. Sehingga Husin dan ibu kandung Jihan, NW curiga. Lantas keduanya membuat laporan ke Polres Padangsidimpuan.

Visum et repertum pun dilakukan di RSUD Kota Padangsidimpuan. Namun Husin dan keluarga sepakat jenazah Jihan harus diotopsi. Jenazah pun dibawa ke Pematangsiantar.

Kakek Jihan, yang ditemui di RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar, Jumat (11/10/2019) menceritakan kronologis sebelum cucunya itu meninggal.

“Ayah Jihan membawanya ke rumah istri pertamanya, karena ia mau pergi ke gudang mobil untuk bekerja. Setelah dititip kepada istri pertamanya, ayah Jihan pergi,” kata pria itu.

Namun tak lama, istri pertama Jihan menelepon suaminya dan mengatakan Jihan sakit serta kejang-kejang.

Ayah Jihan pulang dan melihat mulut putri kesayangannya itu sudah mengeluarkan buih. Bahkan, ada darah dari hidungnya.  Jihan segera dibawa ke rumah sakit, namun nyawa balita itu tidak tertolong lagi.

Ibu kandung Jihan, Noni br Nasution tidak terima. Ia ingin mengetahui secara pasti penyebab anaknya meninggal dunia. Mereka kemudian membawa jenazah Jihan ke Pematangsiantar untuk dilakukan otopsi.

“Kami tidak terima. Karena cucu kami ini meninggal tiba-tiba. Sebelumnya tidak ada sakit sama sekali. Harapan kami, semoga dengan otopsi ini, semuanya bisa terungkap,” kata kakek Jihan sambil berurai air mata.

Noni br Nasution syok dan histeris saat berada di Ruang Forensik RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar. Dia tidak terima atas apa yang menimpa putri semata wayangnya itu.

“Dia kemarin minta dibelikan Pianika samaku,” ucap Noni.

Menurut keluaga, selama ini Jihan dikenal sebagai anak yang pintar, baik, cantik, dan penurut sama orangtua.

Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan AKP Abdi Abdillah mengatakan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Sebab, jenazah korban sudah dibawa ke Pematangsiantar untuk diotopsi.

“Saat ini masih dalam penyelidikan. Kita tunggu saja hasil otopsinya,” katanya saat ditanya penyebab kematian korban.

“Kami belum dapat informasi yang mendasari rasa curiga orangtua korban. Yang pasti, kita tunggu saja hasil pemeriksaan dari dokter,” katanya lagi. (san/mag-03)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close