Berita

1.445 Warga Terdampak Banjir Bandang di Tapteng Tinggalkan Pengungsian

TAPTENG, FaseBerita.ID – Sedikitnya 1.445 pengungsi akibat banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mulai meninggalkan tenda-tenda pengungsian. Mereka pulang ke rumah sanak keluarga masing-masing.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng Safaruddin Ananda Nasution mengungkapkan hal itu. “Sudah pulang, tapi ke rumah familinya. Yang tercatat di kita, ada 1.445 (pengungsi,red),” ujar Ananda.

Hingga saat ini, lanjutnya, pihaknya masih terus melakukan pendataan. Namun untuk total kerugian meteri akibat musibah yang terjadi, pihaknya belum dapat menyebutkannya.

Ananda menjelaskan, pihaknya juga kini akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tapteng untuk memastikan total kerugian akibat bencana alam tersebut. “Kita masih terus mendata ini, mengenai kerugian dan dampaknya. Belum (total kerugian, red) terhitung, karena orang PU yang menghitung,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris BPBD Agus Hariyanto menuturkan, akibat banjir bandang dan longsor yang menimpa beberapa titik wilayah Kabupaten Tapteng, mengakibatkan sebanyak 114 rumah warga mengalami kerusakan.

“Kalau rumah yang rusak sebanyak 114 rumah,” ucapnya.

Sebelumnya Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi sudah meninjau langsung dan mengarahkan bantuan kepada korban banjir dan longsor di Kecamatan Barus dan Adam Dewi. “Jangan Lagi bronjong yang dibangun, sebab tidak bisa menahan airnya jika banjir dari Hulu datang,” jelas gubernur saat meninjau lokasi banjir di pinggiran Aek Sirahar.

Ia juga meminta Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Pemprov Sumut Efendi Pohan agar menghitung berapa dana yang dibutuhkan untuk membangun dek penahan air yang panjangnya diperkirakan 1 kilometer dikali dua sisi kiri-kanan, menjadi 2 km dengan biaya diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.

Setelah meninjau sungai Aek Sirahar, gubernur meninjau rumah-rumah penduduk yang rusak diterjang banjir serta rumah rumah warga yang roboh dan juga dimasuki Lumpur. “Sabar ya bu, kita tidak bisa lagi hanya menangis. Harus berupaya mengatasi kejadian Ini,” jelas gubernur sembari menguatkan para korban banjir yang rumahnya rusak.

Selanjutnya gubernur juga menginstruksikan aparat terkait untuk membentuk Satlak (Satuan Pelaksana) yang bekerja membantu warga membersihkan dan membantu korban, termasuk membangun rumah-rumah yang rusak.

“Satlak harus dibentuk, Dandim 0211 sebagai ketuanya, Wakil Ketua Kapolres Tapteng dan untuk realisasi agar segera dilapor dan dibuat dananya untuk selanjutnya akan kita bicarakan nantinya,” jelasnya. (dh/mis)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button