Berita

1.251 TKI Asahan di Malaysia Menunggu Dipulangkan

FaseBerita.ID – Pemerintah Kabupaten Asahan tengah menjalin komunikasi dengan pihak Imigrasi dan Pemerintah Malaysia terkait nasib 1.251 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Asahan.

Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan menyebutkan, pihaknya masih berupaya merampungkan data administrasi para TKI yang berjumlah 1.251 orang baik mereka yang memiliki dokumen ketenagakerjaan resmi maupun ilegal.

“Kordinator yang dihunjuk Pemkab Asahan di Malaysia sudah melakukan pendataan. Ada 1.251 orang TKI. Disamping itu sudah ada komunikasi antara Pemkab Asahan dengan pemerintah Malaysia terkait rencana kepulangan itu,” kata Budi Anshari Kepala Dinas Ketenagakerjaan Asahan, Rabu (3/6).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Asahan Rahmad Hidayat Siregar mengatakan sebelumnya Pemkab Asahan melalui Bupati H Surya telah berkordinasi langsung dan mengurus kepulangan perizinan lewat Kedutaan Besar Indonesia di Kuala Lumpur. Kordinasi itu dilakukan melalui video converensi (VidCon) bersama Diaspora Network Chapter Malaysia.

“Sebagaimana kita ketahui beberapa hari lalu, Pak Bupati yang langsung melakukan komunikasi dan lobi-lobi dengan pihak yang berwewenang di Malaysia. Sama-sama kita doakan semoga prosesnya cepat dan saudara kita yang ada disana bisa dijemput pulang kembali ke kampung halamannya di Asahan,” ujar Hidayat.

Proses pemulangan tersebut lanjut Hidayat dengan beberapa tahapan dimana TKI yang masih memiliki administrasi paspor lengkap proses pemulangan akan lebih mudah. Sementara itu bagi yang memiliki kendala administrasi akan diurus dengan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sehingga kepulangan mereka terdata dengan administrasi yang baik.

Sementara itu, Hendra salah seorang TKI yang bekerja di salah satu hotel di Kuala Lumpur mengaku sangat berharap dan menunggu informasi kapan akan dipulangkan oleh Pemkab Asahan sejak dirinya masuk dalam pendataan pada bulan April lalu.

Saat ini dikatakannya ia sudah tidak dapat bekerja karena perusahannya masih memberhentikan aktivitas kegiatan apapun di tempat ia bekerja. Untuk tinggal dan makan sehari hari pun ia masih mengharap belas kasihan dari warga di sana agar dapat keringanan.

“Mohon kepada Pak Bupati Asahan, tolong kami disini pak. Kami sudah tak makan karena hampir tiga bulan tak bekerja,” kata pemuda yang mengaku berasal dari kecamatan Silau Laut itu. (per/rah)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button