Berita

1.132 Ternak Babi di Tobasa Mati Diserang Hog Cholera: Bupati Didesak Berikan Pernyataan

TOBASA, FaseBerita.ID – Virus Hog Cholera yang menyerang ternak warga di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) semakin meresahkan. Tercatat sebanyak 1.132 ternak yang mati. Untuk itu masyarakat meminta agar bupati setempat segera memberikan penjelas resmi terkait virus itu, khususnya menyangkut konsumsi.

Seperti diutarakan Sabaruddin Tambunan yang saat ini menjabat anggota DPRD Tobasa, Hog Cholera ini telah mengganggu perekonomian masyarakat. Di samping itu, imbas dari virus tersebut juga meresahkan dan menganggu sosial dan adat di daerah ini. Untuk itu, pemerintah diminta hadir memberikan penjelasan secara detail.

“Bupati ataupun aparatnya harus segera hadir memberikan penjelasan kepada masyarakat. Bagaimana mengatasi Hog Cholera, dan bagaimana juga tentang kelayakan konsumsi yang hingga saat ini masyarakat masih mendapat informasi yang simpang siur. Kemudian mengenai penularan virus ternak itu terhadap manusia,” ungkapnya ketika diwawancarai, Selasa (12/11/2019).

Menurutnya, situasi saat ini secara umum perekonomian masyarakat juga berpengaruh dalam acara adat di daerah itu. Untuk itulah diminta agar pemerintah melakukan penelitian serius terkait virus ini. Kemudian memberikan pernyataan resmi kepada masyarakat.

Informasi yang dihimpun dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tobasa, penyakit ternak Hog Cholera terus berkembang. Telah mencapai 1.132 ternak warga di daerah itu yang mati akibat virus tersebut.

“Hingga hari ini, informasi yang kami terima sudah mencapi 1.132 ternak yang mati,” ujar Robet Atuan, Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tobasa saat diwawancarai, Selasa (12/11/2019).

Dijelaskan, pihaknya telah melakukan penanganan persoalan itu, baik sosialisasi dan faksinasi ternak. Disinggung terkait penularan virus, sambungnya, virus itu tidak menular kepada manusia. “Penyakit ini tidak menular kepada manusia,” ungkapnya. Terkait layak konsumsi, menurutnya, sebaiknya masyarakat mengkonsumsi daging ternak yang sehat.

Terkait persoalan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tobasa tidak berhasil dikonfirmasi. Ketika ditemui dikantornya, Selasa (12/11/2019), kepala dinas, sekretaris, ataupun bidang menyangkut persoalan ini tidak berada dikantor. Menurut beberapa pegawai yang berada kantor tersebut, kepala dinas sedang dalam perjalanan ke Jakarta dan tidak ada yang berwenang memberikan keterangan.

Informasi yang dihimpun dari peternak, ternak babi yang terserang Hog Cholera seperti demam. Jika sudah terserang virus, tidak ada gunanya divaksin.

“Kalau sudah kena, tubuh ternak demam tinggi, tidak mau makan. Tak lama mati. Kalau sudah terserang, tidak ada gunanya di vaksin, justru mempercepat ternak mati,”  tutur Jaya Napitupulu, salah satu peternak di Balige.

Dipaparkan, ada sebanyak 18 ekor ternak miliknya yang mati akibat virus tersebut. Ditaksir, dengan harga rendah, maka kerugian yang dialami mencapai Rp30.000.000. (ft/ahu)

Unefa

Pascasarjana


Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close