News  

Pasar Saham Merah Membara Asing Kabur

admin
Pasar Saham Merah Membara Asing Kabur

faseberita.id – Pasar modal Indonesia kembali dihantam badai pelemahan yang cukup signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan tajam hingga mendekati angka 2 persen pada penutupan perdagangan Kamis (8/10/2026). Kondisi ini menciptakan suasana mencekam bagi para investor ritel, mengingat mayoritas saham di bursa bergerak di zona merah.

Berdasarkan data penutupan pasar, IHSG merosot sebesar 1,88 persen dan mendarat di level 6.031,28. Penurunan ini tidak hanya terjadi pada indeks secara keseluruhan, tetapi juga terlihat dari dominasi pergerakan saham yang melemah. Dari ratusan emiten yang tercatat di bursa, sebanyak 497 saham terpantau mengalami penurunan harga. Sementara itu, hanya 171 saham yang mampu bertahan dan menunjukkan tren penguatan, sedangkan 119 saham lainnya bergerak stagnan tanpa perubahan harga yang berarti.

Pasar Saham Merah Membara Asing Kabur
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Aktivitas perdagangan di tengah tekanan ini tercatat cukup tinggi. Volume transaksi mencapai angka 632 juta lot dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,95 juta kali. Nilai transaksi yang berputar di pasar modal Indonesia pada hari tersebut menyentuh angka Rp12,79 triliun. Meski nilai transaksi tergolong besar, namun arah pergerakan pasar lebih didominasi oleh sentimen negatif yang memicu aksi jual massal.

Salah satu faktor utama yang memperparah kondisi pasar adalah aksi keluar dari pasar oleh investor asing atau yang sering disebut dengan outflow. Sepanjang sesi perdagangan kemarin, investor mancanegara mencatatkan penjualan bersih (net sell) yang sangat masif, yakni mencapai Rp867,27 miliar. Jika dirinci, tekanan jual terbesar terjadi di pasar reguler dengan nilai sebesar Rp848,28 miliar, sementara sisanya sebesar Rp19 miliar terjadi di pasar negosiasi dan pasar tunai.

Fenomena net sell oleh asing ini menjadi sinyal waspada bagi para pelaku pasar. Ketika investor global mulai menarik dana mereka dari pasar domestik, hal ini biasanya mengindikasikan adanya ketidakpastian ekonomi atau perubahan strategi investasi di tingkat global. Kepergian dana asing ini secara langsung memberikan tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar yang biasanya menjadi incaran utama mereka.

Mengacu pada data dari Stockbit, terdapat sepuluh saham yang menjadi target utama aksi jual bersih oleh investor asing selama perdagangan Kamis tersebut. Meskipun daftar lengkap saham tersebut sangat dinamis, pola yang terlihat adalah investor asing cenderung melepas saham-saham yang dianggap memiliki risiko tinggi atau yang sedang mengalami tekanan teknikal di tengah pelemahan indeks.

Para analis menyarankan agar investor tetap waspada dan tidak terburu-buru melakukan aksi beli saat pasar sedang dalam tren menurun (falling knife). Penting bagi pelaku pasar untuk memperhatikan level dukungan (support) terdekat dan memantau arus kas asing guna menentukan strategi investasi yang lebih aman di tengah volatilitas pasar yang tinggi seperti saat ini.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *