faseberita.id – Langkah strategis diambil oleh salah satu tokoh penting di balik PT Avia Avian Tbk (AVIA). Robert Christian Tanoko, yang merupakan anak dari konglomerat ternama Hermanto Tanoko, baru saja melakukan aksi korporasi dengan menambah porsi kepemilikan sahamnya di perusahaan produsen cat terkemuka tersebut. Langkah ini menarik perhatian pasar modal karena menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi terhadap prospek bisnis perusahaan di masa depan.
Berdasarkan data keterbukaan informasi yang dirilis secara resmi, transaksi pembelian saham ini dilakukan pada tanggal 2 Oktober 2026. Dalam aksi borong tersebut, Robert Christian Tanoko mengambil sebanyak 1.797.300 lembar saham biasa AVIA. Transaksi ini dilakukan pada level harga Rp330 per lembar saham, sehingga total nilai investasi yang dikucurkan mencapai angka Rp593,11 juta.

Keputusan untuk menambah kepemilikan saham ini bukan tanpa alasan. Melalui laporan keterbukaan informasi yang dikutip dari Bursa Efek Indonesia (BEI), disebutkan bahwa tujuan utama dari transaksi ini adalah untuk kepentingan investasi jangka panjang. Hal ini mengindikasikan bahwa pihak manajemen atau pemegang saham pengendali melihat adanya potensi pertumbuhan yang menjanjikan dari lini bisnis cat dan bahan bangunan yang dijalankan oleh AVIA.
Sebelum melakukan transaksi tambahan ini, Robert Christian Tanoko tercatat telah mengantongi 1.428.906.300 saham AVIA. Kepemilikan tersebut setara dengan hak suara sebesar 2,30% dari total keseluruhan saham yang beredar di perusahaan. Namun, dengan adanya pembelian terbaru ini, total kepemilikan sahamnya melonjak menjadi 1.430.703.600 saham. Meskipun kenaikan persentase hak suaranya terlihat tipis, aksi ini mempertegas posisi kuat keluarga Tanoko dalam struktur kepemilikan perusahaan.
Menariknya, aksi beli yang dilakukan oleh Robert Tanoko ini terjadi di tengah dinamika pergerakan harga saham di pasar reguler. Hingga pukul 15.01 WIB, saham AVIA tercatat mengalami sedikit koreksi sebesar 1,16% ke level Rp340 per lembar. Meski harga saham sedang mengalami tekanan ringan, kapitalisasi pasar perusahaan ini tetap berada di angka yang sangat besar, yakni mencapai Rp21,06 triliun.
Fenomena "akumulasi" yang dilakukan oleh pemegang saham pengendali seperti ini sering kali menjadi sinyal positif bagi investor ritel. Hal ini memberikan persepsi bahwa perusahaan memiliki fundamental yang solid dan manajemen optimis terhadap kinerja keuangan di periode mendatang. Bagi para pelaku pasar, aksi korporasi ini menjadi catatan penting untuk memantau pergerakan saham AVIA ke depannya, mengingat keterlibatan langsung dari keluarga pemilik dalam memperkuat struktur modal perusahaan.







