News  

IHSG Terperosok Tajam Simak Saham Pilihan

admin
IHSG Terperosok Tajam Simak Saham Pilihan

faseberita.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang kurang menggembirakan pada penutupan perdagangan Kamis (1/10). Pasar modal Indonesia mengalami tekanan hebat yang mengakibatkan indeks merosot tajam sebesar 1,02 persen ke level 6.009,50. Penurunan ini dipicu oleh aksi jual masif oleh investor asing yang mencatatkan net sell sebesar Rp240,43 miliar di pasar reguler dan mencapai Rp241,86 miliar jika dihitung di seluruh pasar.

Kondisi pasar yang memerah ini terlihat dari dominasi sektor yang melemah. Dari total 11 sektor yang ada, sebanyak sembilan sektor berakhir di zona merah. Sektor teknologi menjadi yang paling terdampak dengan koreksi terdalam mencapai 3,93 persen. Sebaliknya, sektor energi justru menjadi satu-satunya penopang dengan penguatan tipis sebesar 0,31 persen.

IHSG Terperosok Tajam Simak Saham Pilihan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Tekanan jual juga menyasar saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip). Beberapa nama besar seperti GOTO, BBCA, BBRI, AMMN, TLKM, ASII, BYAN, hingga UNTR mengalami aksi jual oleh investor asing. Secara spesifik, saham GOTO mencatatkan penurunan drastis hingga 12,50 persen, sementara BBCA melemah 1,23 persen, dan BRMS terkoreksi 6,78 persen. Di sisi lain, terdapat beberapa saham yang justru mampu bertahan dan menguat, di antaranya DSSA yang naik 4,67 persen, CASA menguat 4,72 persen, dan VKTR yang tumbuh 4,43 persen.

Di tengah badai koreksi ini, terdapat beberapa emiten yang memiliki sentimen positif dari sisi aksi korporasi dan rencana bisnis. Pertama, Golden Energy Mines (GEMS) yang optimis menargetkan produksi dan penjualan batu bara mencapai 58 juta ton pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi menghadapi potensi penurunan permintaan dari China dan India. GEMS juga mulai melirik pasar alternatif seperti Filipina untuk menjaga stabilitas pendapatan.

Kedua, Pelayaran Nasional Bina Buana Raya (BBRM) baru saja memperkuat armada mereka dengan membeli satu unit kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) senilai USD12,10 juta dari China. Transaksi ini dinilai sangat menguntungkan karena harga perolehannya berada di bawah nilai pasar yang dinilai oleh KJPP. Penambahan kapal ini diharapkan mampu memperkuat segmen kapal penunjang lepas pantai yang selama ini menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan.

Terakhir, Berlina (BRNA) tengah melakukan langkah strategis melalui rights issue atau PMHMETD III dengan nilai emisi maksimal mencapai Rp372,61 miliar. Dana yang dihimpun dari aksi korporasi ini rencananya akan digunakan untuk melunasi utang kepada pemegang saham utama serta memperkuat modal kerja perusahaan.

Meskipun kondisi pasar global seperti Dow Jones dan S&P 500 di Amerika Serikat cenderung stabil, investor domestik tetap perlu waspada terhadap volatilitas pasar yang dipengaruhi oleh perubahan aturan perdagangan seperti penghapusan batas bawah harga saham dan dimulainya perdagangan short selling.

Disclaimer: Analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *