faseberita.id – Pagi Rabu yang seharusnya cerah bagi pasar modal Indonesia justru diwarnai gejolak tak terduga. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menunjukkan taringnya di awal perdagangan, namun tak mampu mempertahankan momentum positifnya.
Pada pukul 10:04 WIB, sentimen negatif menyerbu bursa saham. IHSG terperosok 0,42 persen, parkir di level 6.658. Para investor dibuat bertanya-tanya, apa pemicu pelemahan drastis ini setelah pembukaan yang menjanjikan?

Namun, di tengah kelesuan bursa saham, Rupiah justru tampil perkasa. Mata uang Garuda ini berhasil mengukuhkan diri, menguat signifikan terhadap Dolar Amerika Serikat. Rupiah menembus level Rp 17.560 per USD, memancarkan kekuatan di tengah ketidakpastian pasar.
Kontrasnya pergerakan ini menjadi sorotan utama. Saat saham-saham domestik tertekan, Rupiah justru memancarkan kekuatan. Fenomena ini menunjukkan adanya dinamika unik di pasar keuangan nasional, mungkin dipengaruhi oleh sentimen global yang tak terduga.
Analisis lebih mendalam mengenai arah pasar yang penuh kejutan ini akan dibahas tuntas oleh Mercy Widjaja dalam program Profit faseberita.id, edisi Rabu 09 September.







