faseberita.id – Kementerian Perindustrian Kemenperin tidak main-main dalam upaya revitalisasi sektor industri kecil yang hancur diterjang banjir di Sumatera. Sebuah rencana ambisius telah disiapkan dengan alokasi dana fantastis mencapai Rp 329,4 miliar. Program ini menargetkan pemulihan lebih dari 8.000 pelaku usaha mikro kecil dan menengah UMKM yang menjadi korban bencana alam pada akhir 2025.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta pada Senin 8 Juni 2026 menjelaskan bahwa fokus utama pemulihan adalah wilayah Aceh Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Inisiatif besar ini akan dilaksanakan secara bertahap selama tiga tahun dari 2026 hingga 2028.

Untuk tahun 2026 Kemenperin memproyeksikan 3.403 industri kecil akan kembali bangkit. Rinciannya meliputi 2.321 unit di Aceh 238 di Sumatera Utara dan 844 di Sumatera Barat. Anggaran yang dialokasikan untuk tahap awal ini mencapai Rp 170,53 miliar yang diusulkan melalui skema Anggaran Belanja Tambahan ABT kepada Kementerian Keuangan.
Langkah selanjutnya pada tahun 2027 akan menyasar 2.464 industri kecil dengan prioritas 2.093 unit di Aceh 127 di Sumatera Utara dan 244 di Sumatera Barat. Untuk fase ini dana sebesar Rp 120,51 miliar telah disiapkan.
Terakhir pada tahun 2028 program pemulihan akan menjangkau 2.167 industri kecil terdiri dari 1.822 unit di Aceh 91 di Sumatera Utara dan 254 di Sumatera Barat. Tahap akhir ini membutuhkan anggaran Rp 38,38 miliar melengkapi total keseluruhan dana Rp 329,4 miliar yang digelontorkan.
Agus Gumiwang menegaskan bahwa bantuan ini tidak hanya sebatas uang tunai. Program revitalisasi komprehensif ini meliputi penyediaan mesin dan peralatan produksi sederhana bantuan bahan baku pendampingan teknis akses pembiayaan perluasan pasar sertifikasi halal hingga legalitas usaha. Diharapkan Komisi VII DPR RI dapat bersinergi penuh mengawal dan mendukung program pemulihan industri korban banjir Sumatera ini demi kebangkitan ekonomi lokal.







