News  

Indonesia Dekati Era Emas Pariwisata: 15,4 Juta Turis Asing Kunjungi RI 2025

admin
Indonesia Dekati Era Emas Pariwisata: 15,4 Juta Turis Asing Kunjungi RI 2025

JAKARTA – Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan geliat pemulihan yang signifikan. Data terkini dari Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Indonesia berhasil menarik perhatian 15,4 juta wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang tahun 2025. Angka ini menandai lonjakan substansial dibandingkan periode sebelumnya, bahkan menjadi capaian tertinggi dalam enam tahun terakhir, meskipun masih sedikit di bawah level kunjungan sebelum pandemi.

Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, dalam konferensi pers di kantor BPS pada Selasa, 2 Februari 2026, mengungkapkan optimisme atas pencapaian ini. "Capaian kunjungan wisman di tahun lalu merupakan yang tertinggi dalam enam tahun terakhir, tepatnya sejak tahun 2020," ujar Ateng. Namun, ia juga mengakui, "Ini masih sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun 2019," saat Indonesia mencatat rekor 16,1 juta kunjungan turis asing.

Indonesia Dekati Era Emas Pariwisata: 15,4 Juta Turis Asing Kunjungi RI 2025
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Perjalanan pariwisata Indonesia pasca-pandemi memang penuh tantangan. Setelah mencapai puncaknya pada 2019 dengan 16,1 juta turis, angka tersebut anjlok drastis menjadi hanya 4,05 juta pada 2020 dan bahkan menyentuh titik terendah 1,55 juta pada 2021. Pemulihan mulai terlihat pada 2022 dengan 5 juta kunjungan, berlanjut ke 11,6 juta pada 2023, dan 13,88 juta pada 2024. Lonjakan signifikan sebesar 10,80 persen akhirnya membawa angka ke 15,4 juta pada 2025, menunjukkan tren pemulihan yang kuat dan berkelanjutan.

Dominasi Asia dan Pengeluaran Eropa

Dari total 15,4 juta wisman yang berkunjung, dominasi masih berasal dari negara-negara tetangga dan kawasan Asia. Malaysia memimpin dengan 17,3 persen dari total kunjungan, diikuti Singapura (14,5 persen) dan Australia (11 persen). Secara regional, sekitar 6,4 juta atau 41,3 persen dari total wisman datang dari kawasan Asia. Angka ini mencatat peningkatan impresif sebesar 32,8 persen dibandingkan tahun 2024. Namun, tren berbeda terjadi pada kunjungan wisman dari luar Asia, yang justru mengalami penurunan 9,2 persen.

Menariknya, meskipun wisman Asia mendominasi jumlah kunjungan, pengeluaran terbesar justru disumbangkan oleh pelancong dari Eropa. Rata-rata wisatawan Asia hanya menghabiskan sekitar US$ 661,91 per kunjungan. Sementara itu, turis Eropa tercatat membelanjakan rata-rata US$ 1.916,5 per kunjungan, hampir tiga kali lipat.

Secara keseluruhan, setiap wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia menghabiskan rata-rata US$ 1.267, atau setara dengan sekitar Rp 21,2 juta (dengan asumsi kurs saat ini). Akomodasi menjadi pos pengeluaran terbesar, diikuti oleh makanan dan minuman, serta pembelian cenderamata. Data ini mengindikasikan bahwa sektor pariwisata Indonesia berada di jalur yang tepat menuju pemulihan penuh, bahkan melampaui capaian sebelum pandemi, dengan strategi yang tepat untuk menarik wisatawan berkualitas.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *