News  

Ambisi Besar Indonesia Kuasai Pasar Emas Dunia

admin
Ambisi Besar Indonesia Kuasai Pasar Emas Dunia

faseberita.id – Indonesia tengah memancang target ambisius untuk bertransformasi menjadi pemain utama dalam industri emas global. Bukan sekadar sebagai negara penghasil tambang, Indonesia bertekad untuk menguasai seluruh rantai nilai, mulai dari proses pemurnian, manufaktur perhiasan, hingga menjadi pusat perdagangan emas dunia.

Langkah strategis ini menjadi sorotan dalam ajang CNBC Indonesia Awards 2026: Best Gold Ecosystem. Acara tersebut digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap sektor usaha dan industri komoditas emas yang telah menunjukkan kinerja positif serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Ambisi Besar Indonesia Kuasai Pasar Emas Dunia
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menekankan pentingnya membangun ekosistem emas nasional yang tidak hanya kuat, tetapi juga berdaya saing tinggi, terintegrasi, dan inklusif. Menurutnya, emas memiliki peran yang sangat krusial di tengah ketidakpastian dunia.

"Emas memiliki posisi strategis di tengah gejolak geopolitik dan ekonomi global. Selain sebagai instrumen investasi dan lindung nilai (hedging), emas juga merupakan sumber pertumbuhan ekonomi dan penciptaan nilai tambah industri yang sangat besar," ujar Susiwijono dalam keterangannya.

Menambal Celah Impor dan Hilirisasi

Meskipun Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan alam yang melimpah, saat ini rantai nilai emas nasional masih mengalami ketimpangan. Saat ini, aktivitas ekonomi emas masih sangat terkonsentrasi pada sektor hulu atau penambangan saja. Akibatnya, Indonesia masih sangat bergantung pada produk luar negeri untuk kebutuhan tertentu.

Data menunjukkan bahwa Indonesia diperkirakan mengekspor emas dengan nilai mencapai USD 5 miliar, namun di sisi lain, negara ini harus mengimpor produk emas batangan senilai USD 2 miliar setiap tahunnya. Fenomena ini menunjukkan adanya celah besar yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi domestik.

Pemerintah melihat peluang emas untuk mengembangkan sektor pengolahan, pemurnian (refinery), manufaktur perhiasan, hingga memperkuat sektor perdagangan dan pembiayaan emas di dalam negeri. Dengan memperkuat hilirisasi, Indonesia tidak hanya menjual tanah dan air, tetapi menjual produk bernilai tambah tinggi.

Mengoptimalkan Harta Karun Tersembunyi

Salah satu tantangan sekaligus peluang terbesar terletak pada aset emas yang dimiliki oleh masyarakat. Diperkirakan terdapat sekitar 1.800 ton emas yang saat ini masih tersimpan di masyarakat dan belum terintegrasi ke dalam sistem keuangan nasional. Jika dikonversi ke dalam nilai mata uang, potensi kekayaan ini mencapai angka fantastis, yakni USD 252 miliar.

Jika emas-emas tersebut dapat dioptimalisasi melalui sistem keuangan nasional—salah satunya melalui pengembangan mekanisme bullion emas—maka potensi kekayaan tersebut dapat menjadi mesin penggerak ekonomi baru. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan pendalaman sistem keuangan, tetapi juga secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses pembiayaan yang lebih luas.

Melalui strategi pengembangan ekosistem emas yang komprehensif, Indonesia diharapkan tidak lagi hanya menjadi penonton di pasar global, melainkan menjadi pusat manufaktur dan perdagangan emas yang disegani dunia. Upaya ini menjadi kunci penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di masa depan.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *